Monday, 15 September 2014

Senyum-ku adalah Duka-ku 2 (My smile is my Sorrow) #true story


Kita sudah sama-sama lelah dan  waktu untuk berbincang harus kita akhiri.
Oh iya, ini barang yang engkau minta. jangan pernah lupa untuk mengenakan  ini ketika melayani pelanggan-mu! jangan pilih-pilih karena,  laki-laki yang datang kemari,  bermain cinta dengan-mu,  bisa saja membawa benih penyakit.
Mengapa engkau tertawa? Adakah kelucuan yang engkau temukan di dalam kalimat-ku? Ayo katakan sebelum saya benar-benar pamit!
"Maaf pak, ukurannya terlalu besar, tidak  semua laki-laki mau menggunakannya karena terlalu longgar. Tadi malam saya sudah merayu pelanggan saya,  tapi dia gagal menggunakannya." Sejenak aku terdiam, meletakan lemah dagu-ku untuk menyentuh dengan dada. Karena dengan posisi merunduk seperti ini aku lebih leluasa  mencari penjelasan yang tepat  untuk mengunci kalimat dari lawan bicara-ku.
"Nona, kita sudah  bertemu di sini. Dan yang perlu diketahui bahwa, penjelasan atas kehadiran kita di tempat ini amat sangat berbeda! Aku bisa memberikan contoh agar semuanya menjadi lebih jelas. Pertama, ketika ada laki-laki atau  pelanggan yang datang di tempat ini, yang dia harapkan adalah adanya pelayanan yang sempurna dari anda sehingga dia merasa terpuaskan! kedua, aku datang di tempat ini adalah untuk memberikan penjelasan tentang penyakit menular seksual dan HIV&AIDS agar anda tidak tertular! Dan yang ketiga, pernahkah nona merencanakan untuk hadir di tempat ini?"
Aku sengaja berhenti berbicara  karena  perempuan di hadapan-ku sudah memberikan tanda, bahwa  dia merasa tidak nyaman. Ekspresi wajahnya mengingatkan aku akan awal pertemuan kami sembilan bulan sebelumnya.
Waktu itu dia mengenalkan dirinya sebagai Tika, rambutnya yang panjang, jatuh menyentuh pinggul. Di wajahnya aku menemukan beberapa butir jerawat merah matang.Warna kulitnya kuning alami mungkin karena dia belum paham akan fungsi sabun pembersih wajah. Sabun penghalus kulit atau kosmetik yang menyegarkan penampilan. Dan sekarang Tika sudah berubah. Penampilannya menjadi lebih modis sehingga laki-laki berpangkat,  terkenal dan mempunyai banyak harta akan mencari siasat untuk mengelabui istri-istri mereka agar dapat menemui Tika.

English Version

We were both tired the time to chat must end. Oh yeah, this the stuff you've been asked for. Just do not ever forget to wear it when serves you customers! Do not be picky because, men who come here, and slept with you, may brought in the virus of disease. Why are you laughing? Is there any funny you have found inside my sentences? Just tell me before I actually take leave! 

"Sorry sir, the size is too big, not all men want to use it because of their too loose. I had Seduce my guest Last night , but he refused to use it." For a moment i quiescent, Slowly i put my chin to touched the chest. Due to to this position as I ducked more freely seek proper explanation for locking the words of my interlocutors. "Miss, we've met here before. And please keep in your mind, that the reason of our presence in this place are very, very different! Actually I can give explanation of this things so it could be clearer.

 First able, when there is neither male or customers who came in this place , which he hoped is the existence of perfect service from you, so he could feels satisfied! Secondly, I came across this place was to give explanations about sexually transmitted diseases HIV and AIDS so that you are not infected! and third, have you, Miss have you ever planned to be here at this place ?

 " I deliberately stopped talking because this woman next to me have given a sign, that she felt uncomfortable. Her expression reminds me of the beginning of our meeting at the previous nine months. At that time she introduced herself as Tika, her long hair beautifully fall down touching her hips. In her face I found a few grains of red pimples ready to burst. Natural yellow skin probably because she has not understood the function of facial cleansing soap. Soap or cosmetic which can smoothing refreshing appearance. And now Tika has changed. Her appearance became more fashionable so a prestigious famous men, wealthy will seek ploy to trick their wives in order to meet Tika.

No comments:

Post a Comment