Nyala Lampu petromax meredup dengan pasti dan sesaat kemudian ruang ruang tamu pun gelap gulita. Sang tamu yang adalah seorang pastor berhati mulia pun bergegas membantu " pak tua" memperbaiki lampu. pertukaran posisi duduk kedua laki-laki ini tidak seorang pun tahu termasuk mama Mia bini pak tua. Rasa kesal mama Mia terhadap pak tua belum tuntas terluapkan, untuk itu mama Mia mengendap endap dalam gelap untuk menghakimi pak tua secara rahasia. "Kamu itu memang manusia tidak tahu diri, nasi dan lauk sudah saya berikan semuanya akan tetapi kamu masih berteriak meminta lagi. Aku dan anak-anak-mu di dapur hanya makan kerak dan kuah, tapi kamu tidak pedulikan perut kami." Sembari ngedumel lembut di telinga sosok orang yang tengah memperbaiki lampu, tangan mama Mia pun terus bergerak menjewer daun telinga di tangan-nya.
Hmmmmm, sedikit demi sedikit cahaya memenuhi isi ruangan dan kemudian ruang tamu pun menjadi terang benderang! Tidak tahan memendam rasa malu, pak tua yang sejak tadi mendengar lirih suara bininya terlebih setelah dia melihat posisi tangan bininya di telinga pastor, pak tua pun meninggalkan rumahnya. Entah kemana? Seketika itu pula Mama Mia lunglai mematung. Dengan suara lirih memohon ampun kepada sang pastur. ' Mohon maaf sebesar-besarnya, tadi kupikir pak tua yang membetulkan lampu, Pastor?" "Hmmmmmm?" Sang pastor pun nyengir kesakitan lalu mengatakan "Tidak apa-apa ibu, toh ibu sudah melakukan hal yang sama seperti ini kepada saya untuk ketiga kalinya dan saya pun masih setia mengunjungi rumah kalian. Lain waktu saya pasti datang lagi dan saya akan membawa lampu petromax sendiri agar ibu tidak melakukan kekerasan kepada saya lagi"
Hmmmmm, sedikit demi sedikit cahaya memenuhi isi ruangan dan kemudian ruang tamu pun menjadi terang benderang! Tidak tahan memendam rasa malu, pak tua yang sejak tadi mendengar lirih suara bininya terlebih setelah dia melihat posisi tangan bininya di telinga pastor, pak tua pun meninggalkan rumahnya. Entah kemana? Seketika itu pula Mama Mia lunglai mematung. Dengan suara lirih memohon ampun kepada sang pastur. ' Mohon maaf sebesar-besarnya, tadi kupikir pak tua yang membetulkan lampu, Pastor?" "Hmmmmmm?" Sang pastor pun nyengir kesakitan lalu mengatakan "Tidak apa-apa ibu, toh ibu sudah melakukan hal yang sama seperti ini kepada saya untuk ketiga kalinya dan saya pun masih setia mengunjungi rumah kalian. Lain waktu saya pasti datang lagi dan saya akan membawa lampu petromax sendiri agar ibu tidak melakukan kekerasan kepada saya lagi"
LOL , Ok ik heb het. zo zal de priester na dat moment , heeft hij trully bracht zijn eigen lamp ?
ReplyDeleteLOL, sorry, de voorganger is ook slecht, dus hij kon zijn beloften aan het licht te brengen houden
ReplyDeletevery very LOL story.......
ReplyDelete