Thursday, 9 October 2014

Rambut sambungan dan kutu, by Joris Lato
Ingin rambut panjang dengan menyambung? oh itu sah, silakan!  namun sebaiknya anda juga perlu memastikan bahwa rambut yang akan anda sambungkan adalah rambut yang bebas dari penyakit atau kutu!

Monday, 6 October 2014

Senyum-ku adalah duka-ku 6 ( My Smile is my Sorrow) #true story



Seperti bermimpi engkau menemukan dirimu meringkuk di dalam kamar asing. Terhempas jauh dari harapan dan nilai yang pernah engkau miliki. Percuma kau bertanya kepada diri sendiri tentang mengapa engkau  harus berada di kamar ini!
“Tika, Tika, Tika,... hari sudah menjelang sore mengapa kamu tidak segera bersiap-siap? Apakah kamu sakit? Ayo?”
“Mbak Narti ya?”
“Iya, aku Narti, ada apa dengan kamu? Ayo bukalah pintu kamarmu dan keluarlah!”  
“Andaikan aku mengatakan bahwa saat ini aku sakit apakah Tuan mucikari akan memberi kesempatan kepadaku untuk istirahat? Mbak Narti, sejujurnya saat ini aku benar-benar  merasa sakit, namun  aku tidak yakin kalian percaya kalau aku sakit?”
“Kalau begitu bukalah pintu kamarmu, biarkan aku masuk agar aku bisa menilai keadaan fisikmu. Ketika aku tidak melihat wajahmu sudah tentu aku mengatakan bahwa kamu sehat, suaramu tidak menunjukan bahwa kamu sedang sakit?”  Tika berjalan ke arah pintu, melepaskan kaitan paku yang menghubungkan  pintu dengan papan kusen sehingga pintu pun terbuka.
“hmmm, dan sekarang aku sudah melihatmu, kamu memang tidak sakit. Sejak tadi teman-teman dan juga “mami,” istri mucikari mencarimu. Nah sekarang kamu harus segera keluar, mandi lalu  makan. Jangan sampai mami melihatmu seperti ini karena mami akan sangat marah!”
“Mami marah? Mengapa harus mami yang marah? Aku yang seharusnya marah! Pertama karena aku sakit di bagian bawah perut, aku mempunyai cairan  keputihan disertai bau yang sangat mengganggu! Kedua, aku, aku? Mengapa aku berada di tempat seperti ini? Mengapa aku menjadi seperti ini? Mbak sungguh aku tidak mengerti?”  Untuk beberapa saat Tika membungkam, lalu bibirnya bergetar namun tidak bersuara. Perlahan  air matanya mengalir membasahi pipinya. Di dalam pikirannya muncul jutaan  pertanyaan besar tentang alasan kehadirannya di rumah bordil. Ada luka di hatinya, ada kekecewaan dan ada juga ketakutan, semuanya telah menyatu bagaikan sepiring adonan roti sehingga tidak ada seorang pun yang mampu mengurai.
Sebagai seorang pekerja seks yang mempunyai kedekatan khusus dengan mucikari, Narti sangat paham tentang arti tangisan  Tika. Dia mengetahui secara pasti tentang rahasia mucikari dalam menjerat gadis lugu untuk dijadikan sebagai mesin pencari uang. Akan tetapi perlukah Narti  merasa iba terhadap Tika dan  menceritakan bahwa dia  yang mendampingi mucikari pada saat pergi ke dukun pada empat puluh hari yang lalu?
“Tika, kamu tidak perlu takut pada cairan keputihan  karena semua perempuan pasti mengalaminya. Aku dulu juga pernah mengalaminya namun setelah saya minum jamu, cairan keputihan dan bau pun akan menghilang. Lalu untuk sakit bagian bawah perut, itu juga biasa, saya bisa mengantarkan kamu ke tukang pijat.” 


Monday, 29 September 2014

Senyum-ku adalah duka-ku 5 ( My Smile is my Sorrow) #true story

Hari ini tanggal 19 Desember artinya sudah genap empat puluh hari engkau  berada di rumah “tuan” mucikari. Jam 11.00 siang, engkau masih mengurung diri di dalam kamar. Di ruang tamu, teman-teman-mu semuanya    sudah berkumpul, mereka  memulai melakukan kegiatan rutin.   Empat orang dari teman-teman-mu sudah membentuk lingkaran, mereka bermain kartu sebagai sarana untuk meramal “nasib?”  mau melihat siapa laki-laki yang akan datang nanti malam  dan apakah diantara laki-laki tersebut,  ada yang berkantong tebal? Ataukah laki-laki yang suka mengajak ngobrol dengan harapan pekerja seks bisa memberikan kepadanya sebuah layanan gratis? Ataukah yang akan datang nanti malam adalah  pacar  atau  kiwir-kiwir kalian?  Seharusnya, pada tanggal pertengahan bulan seperti ini engkau dan teman-teman-mu tidak mengharapkan sama sekali akan kehadiran kedua jenis laki-laki ini. Karena apabila Pacar yang datang  maka, kalian tidak akan mendapatkan uang, sebaliknya kalian yang akan kehilangan  waktu. Menjalin hubungan dengan jenis laki-laki seperti ini, secara ekonomi memang sangat tidak menguntungkan. namun secara emosional,  pacar mempunyai posisi strategis di dalam hati seorang pekerja seks.  Pacar menjadi seperti simbol status, karena  pekerja seks seakan merasa mendapatkan kasih sayang  dari seseorang laki-laki?  Dengan demikian  pekerja seks pun menunjukan rasa cintanya melalui pengorbanan  dalam pelayanan tanpa mempertimbangkan untung ataukah rugi.
 Lalu bagaimana dengan  kiwir-kiwir? Parasit yang satu ini biasanya hanya memberikan uang kepada  pekerja seks  pada awal perkenalan. Laki-laki seperti ini tidak akan memberikan uang secara terus menerus karena mereka tidak mempunyai pekerjaan. Untuk menjaga relasi kekuasaan-nya  dengan pekerja seks, maka dia harus mengklaim bahwa pekerja seks tersebut adalah “istrinya.”  Dia mempunyai sejuta kiat untuk menaklukan hati pekerja seks. Dia tidak pernah bosan memuji “istrinya” dengan kata-kata indah, memperlihatkan “kepedulian-nya” di saat pekerja seks membutuhkan dukungan.  Persoalan akan muncul dalam diri pekerja seks apabila dia sudah merasa nyaman atas kehadiran kiwir-kiwir di dalam hidupnya karena sejak saat itu juga,  kiwir-kiwir  “suami” harus mendapatkan pelayanan yang utuh; makan, pakaian, penginapan, rokok, alkohol, seks,  uang saku atau apa pun yang dibutuhkan oleh “suami” termasuk memenuhi kebutuhan rumah tangga “suaminya”  yang ada di rumah! Kehidupan bersama antara pekerja seks dengan “suami” ini akan berakhir apabila pekerja seks itu sudah tidak produktif, atau tidak menguntungkan bagi “suami”  menghadapi situasi seperti ini maka “suami” akan mencari mangsa baru!
Dari balik kamar-mu terdengar samar sesenggukan suara tangisan. Hatimu  tertancapkan belati mematikan dan hanya engkau yang merasakan pedih itu karena “tuan” mucikari tengah asyik mendendangkan lagu-lagu penghibur hati.


English version
Today is December 19, meaning there are even forty days you are in the house "master" pimping. 11:00 noon, you are still locked herself in the room. In the living room, your friends are all already assembled, they begin doing routine activities. Four of your friends have formed a circle, they were playing cards as a means to predict the "fate?" Want to see the man who would come later tonight and if among these men, there are deep pockets? Or men who love chatting with the expectation of sex workers could give him a free service? Or who will come later tonight is the a boyfriend or kiwir-kiwir you? Supposedly, the mid-month date like this that you and your friends do not expect at all to the presence of both types of these men. Because if the A boyfriend is coming then, you will not get the money, otherwise you will lose time. A relationship with the type of men like this, the economy is very unfavorable. but emotionally, a boyfriend has a strategic position in the heart of a sex worker. A boyfriend be like a status symbol, because sex workers feel as if the affection of a person a man? Thus the sex workers also showed his love through sacrifice in service without considering the profit or loss.
And what about the kiwir-kiwir? Parasite that is usually only give money to sex workers at the beginning of the introduction. Such men will not continually give money because they do not have jobs. To maintain its power relations with sex workers, then he must claim that the sex workers are "wife." He has a million tricks to conquer the hearts of sex workers. He never tired of praising "his wife" with beautiful words, showing "his concern" at the time of sex workers need support. The issue will appear within the sex worker if he already feels comfortable over-kiwir kiwir presence in his life because since then as well, kiwir-kiwir "husband" should get a complete service; food, clothing, lodging, cigarettes, alcohol, sex, money pocket or whatever is needed by the "husband" includes household needs "husband" is in the house! Common life among sex workers with "husband" will end when the sex workers are not productive, profitable or not for "husband" in this situation, the "husband" will search for new prey!
From behind your room faint sound of crying uncontrollably. Your heart and just plugged deadly dagger you are feeling bitter because "host" pimping was busy singing songs entertainer hearts.




Saturday, 27 September 2014

Saya telah mengenalmu dan saya pun menyimpulkan bahwa;
 "Tidak ada seorang perempuan pun yang bercita-cita menjadi pekerja seks"

Thursday, 25 September 2014

Mesin cuci 5 watt

Dalam sebuah pameran kecanggihan teknologi  antar  bangsa yang dilaksanakan di kota A,  orang-orang jenius dari berbagai daerah  yang sudah mendaftarkan untuk menunjukan kehebatan dari alat untuk memudahkan pekerjaan di sektor domestik. Sebagai peserta pertama, Bangsa B memamerkan sebuah produk mesin cuci, hemat air, hemat detergen dan hasil cucian hasil yang sangat bersih serta bisa mengering secara otamatis dalam waktu 30 menit. Karena kehebatan produk mesin cuci ini, semua orang yang datang menyaksikan termasuk dewan juri memberikan tepuk tangan dan pekikan sorak sorai memujinya.
Peserta perlombaan kedua dari bangsa C, mereka memamerkan mesin cuci yang ukurannya  lebih besar dari mesin cuci buatan B. keunggulan dari mesin cuci buatan bangsa C ini, adalah hasil cucian bersih, ada alat pengering  dan pakaiannya bisa langsung dipakai karena sudah diseterika. Waktu yang dibutuhkan adalah 45 menit. Wooowwww, luar biasa, semua hadirin dan juga dewan juri memberikan  tepuk tangan dan memuji kehebatan produk mereka.
Peserta ketiga, halo peserta ketiga harap segera mempersiapkan  dan menunjukan produk anda?  Halo, peserta pameran ketiga harap segera mempersiapkan produk kalian, begitu panggilan dari panitia penyelenggara pameran. Setelah tiga kali panggilan, datanglah seorang laki-laki dengan sebatang rotan di tanganya.
"Siap, maaf dewan juri, saya agak terlambat mempersiapkannya. Tapi percayalah bahwa produk yang saya pamerkan adalah produk yang sangat efisien dengan biaya yang sangat murah karena saya hanya membutuhkan listrik 5 watt. Sontak dewan juri memberikan selamat kepada kontestan ketiga ini, dan memberikan pengumuman kepada semua hadiran yang datang di ruang pameran sehingga semua hadirin bersorak sorai memuji produk dari  kontestan ketiga ini.
Semua perhatian dewan juri dan orang -orang yang datang di pameran tertuju pada sebuah kotak "mesin cuci" buatan dari kontestan ketiga. Waktu sudah berjalan lebih dari satu jam namun belum ada tanda-tanda kalau alat ini akan berhenti bekerja. Dewan juri masih memberikan toleransi waktu kepada kontestan ketiga, namun setelah lebih dari dua jam, dewan juri akhirnya meminta kepada kontestan ketiga untuk membuka pintu mesin cuci buatannya. ketika pintu terbuka, dewan juri pun sangat terkejut karena, mereka melihat seorang perempuan dengan tubuh penuh  keringat  mencuci pakaian...

Sunday, 21 September 2014

Terima kasih Francis, engkau telah menghiburku ( Thank you Francis for make my day) #francisgoya


Senyum-ku adalah duka-ku 4 ( My Smile is my Sorrow) #true story


Tidak ada jawaban datang dari bibir suci-mu! justru  sembari senyum, engkau meletakan tatapan mata-mu pada wajah "Tuan" mucikari! Dan di saat itu juga mereka mengetahui bahwa air yang telah diisi dengan kekuatan mantera, telah bekerja sempurna untuk mempengaruhi pikiranmu. Dan kini engkau sudah berada di dunia lain, alam pikiran-mu sepenuhnya telah dikendalikan oleh perintah si dukun! “ Tuan” mucikari telah menemukan  mesin pengumpul uang baru, yang perlu segera dioperasikan, dieksploitasi.

"Sayang, menurutmu pantaskah baju ini jika engkau pakai? Bapak peduli kepada-mu, bapak ingin engkau  tampil lebih cantik." Tanpa ragu engkau mengangguk, sembari menjulurkan tangan-mu mengambil baju yang diulurkan oleh  "tuan" mucikari!

"Ya pak, saya mau, saya coba pakai pak?” Dengan langkah pasti engkau menuju kamar, menggantikan pakaian di tubuh-mu dengan  baju baru, pemberian “tuan” mucikari. Untuk sejenak engkau berdiri di depan cermin, mengamati sendiri tubuhmu dalam balutan gaun baru. Gaun  istimewa karena selama hidup-mu baru sekali ini kau memilikinya. gumam-mu dalam hati.

Hingar bingar bunyi musik  mengaduk-aduk isi  kepala, kerlipan lampu hias mewarnai wajah ruangan, tempat para perempuan muda dan laki-laki hidung belang berkumpul. Tidak ada sedikit pun rasa aneh menghinggapi  pikiran-mu, di saat  engkau   melihat gadis-gadis berbaju sexy meliuk-liukan badan,  mengikuti irama  musik atau pun berdiri sangat dekat dengan laki-laki. Dan ketika ada  mata jalang dari laki-laki hidung belang yang  memperhatikan-mu,  engkau pun menyambutnya  dengan  senyuman!

"Bolehkah saya duduk di samping-mu? Saya baru melihat kamu malam ini? kamu anak baru?" Belum selesai menyampaikan niat-nya untuk duduk di samping-mu, laki-laki tambun bermata kecil ini, sudah duduk di atas sofa dan  meletakan tangannya di pinggang-mu.

“Saya Rudy, nona siapa?” secara spontan engkau menyebutkan nama-mu, tanpa menghiraukan elusan lembut tangan laki-laki di pinggang-mu, engkau terus bercerita  tentang diri-mu, keluarga-mu serta semua  harapan  yang ingin engkau dapatkan! Kisah hidup dan cita-cita-mu menarik untuk didengar oleh orang lain,  namun  Rudy  lebih tertarik pada tubuh-mu, sehingga dia mengajak-mu pergi, bercinta dengan-mu di kamar yang telah disiapkan oleh ‘tuan’ mucikari!

Rudy adalah laki-laki pertama yang membuka lembaran baru dalam dunia hidupmu, mengajarkan kepada-mu tentang alat dan fungsi organ reproduksi laki-laki. Dia telah berhasil membangun nilai baru tentang konsep percintaan  di luar perkawinan. Dan sejak malam ini juga engkau mengatakan telah mampu mendefinisikan  laki-laki mata keranjang!

Saturday, 20 September 2014

Perempuan dan Iklan

Foto by Joris Lato
Hari ini  badan terasa kurang sehat, untuk itu saya memaksakan diri untuk selalu berada di kamar tidur. Pikiran saya menjadi  kacau, mengurung diri di dalam kamar, badan ini menjadi lebih sakit, mau keluar dari dalam dalam kepala pusing? Menghadapi situasi sulit seperti emosi saya pun menjadi tidak menentu, saya marah, lalu kepada siapa saya harus marah? Toh di rumah ini hanya saya sendirian? Ah, mungkin akan lebih baik kalau  saya harus tidur saja? Dan terus menyaksikan acara televisi? Ya, ide yang bagus. ini benar. Nonton televisi saja! Tetapi, Aduh, mengapa iklannya begitu banyak? Ya Tuhan, kepala ini menjadi semakin pusing! Sejak tadi sepertinya saya tidak menonton acara televisi, tetapi saya menonton iklan. Ya, benar, saya menonton iklan!

Hmmm,  iklan shampo, bintang iklannya, perempuan  cantik, tubuhnya sintal  dan rambutnya lurus terurai. Berikutnya, sabun mandi, bintangnya perempuan cantik pula dengan bentuk tubuh indah mempesona. Lagi iklan cream pelembap, bintangnya perempuan montok, cantik dan pamer paha? Berikutnya iklan minuman dalam kemasan, bintang iklannya juga perempuan-perempuan yang mempunyai bentuk paha indah, sexy?, wow, lagi, iklan accu, pakaiannya sopan, tapi suaranya dan perilakunya? Iya, sepertinya pembuat iklan mau mengatakan perempuan ini tolol atau bagaimana?  Dan masih terlalu banyak yang saya lihat tapi saat itu sedang  pusing sehingga yang saya mampu mengingat hanya  iklan ini saja?

Dalam pening kepala ini saya pun menanyakan pada diri sendiri. Apakah selama ini  pembuat iklan tidak pernah menemukan laki-laki seperti saya yang bentuk tubuhnya gendut,  rambut ikal dan kulit legam?  Atau laki-laki siapa saja yang fisiknya tidak seindah perempuan yang mereka jadikan model iklan karena saya dan juga laki-laki lainnya juga menggunakan produk yang mereka tawarkan.  Saya bingung karena sebenarnya Pesan apakan yang ingin disampaikan oleh pembuat iklan? Tubuh perempuan ataukah produk yang diiklankan? Kalau memang produk yang ingin dipasarkan mengapa tubuh perempuan yang dijadikan komoditas iklan?  Secara umum saya menangkap bahwa iklan-iklan yang “memasarkan” tubuh perempuan sebenarnya melemahkan posisi tawar perempuan dan seakan mengatakan bahwa  perempuan hanya mampu bekerja dengan menjual  keindahan tubuhnya! Seks!

English Version 
Foto by Joris Lato

Today I feel sorely lacking, for that I push myself to be in the bedroom. My mind became messy, I shut myself in the room, this body became more ill, I just want to getting out of the dizzy in the head? Faced with a difficult situation liked my emotions became erratic, I am getting angry, and to whom I should be angry? After all, this is just me, home alone? Ah, maybe it would be better if I just go to sleep? And continuing watches the television? Yes, that is a good idea. that is true. Just Watched the television! But, Oh, why there so many ads? Oh my God, this is just increased my dizzy head! After all it looks like I was not watching the television, but watched the ad. Yes, that's right, I only just watch the ads!

 Hmmm, shampoo ads, the ads star is, beautiful women, with plump body and straight hair loose. Next, bath soap, the star is also a beautiful woman with a beautiful body shape dazzling. Ads Again cream moisturizer, plump female star, beautiful and show off your thighs? Next ad in the beverage packaging, ads star women also have a beautiful shape of the thigh, sexy ? wow, again, batteries, clothes polite, but her voice and her behavior? Yes, it seems advertisers want to say this woman stupid or what? And there are still too many that I have seen but when it was so dizzy to able recalling only just this ad? 


In this puzzling I was asking myself. Is this for the ad makers never find a man like me who shape his body fat, skin and curly hair jet? Or men who are physically not as beautiful women advertising models because they make I am and other men also use the products they offer. I am confused because in fact whether the message is to be conveyed by advertisers? The woman's body or the products advertised? If it wants to marketed the products why women's bodies are used as a commodity ad? Generally I catch that ads are "marketing" the female body actually weaken the bargaining position of women and seemed to say that only women are able to work with selling beauty of her bodies! Sex!

Friday, 19 September 2014

Mengapa harus saya yang POSITIVE? (Why am i the one whose got POSITIVE?) #truestory

 Seorang perempuan muda menangis histeris, meronta-ronta dan membenturkan kepalanya di tembok kamarnya  hingga tubuhnya  terkulai lemah! Demikian juga dengan  suaranya yang sebelumnya melengking keras, kini perlahan-lahan melemah, hilang! Dan saat ini saya dan perempuan ini seakan sudah berada di tengah padang gurun!  Kami kering tanpa ada harapan, kami membisu dengan pikiran kami masing masing dan, ketika tatapan mata kami beradu,   perempuan ini seakan mengatakan bahwa dia telah kehilangan sesuatu yang amat berharga. Dia tidak pernah mampu menemukannya kembali dan juga tidak ada seorang pun di dunia ini yang mampu membantunya! Saya mengambil segelas air mineral dari lemari pendingin, lalu menyodorkan kepadanya dengan harapan  dia meneguk dan menjadi lebih tenang? Namun perempuan ini memicingkan matanya kepada saya  lalu,  dengan senyum sinis entah untuk siapa? Perempuan ini pun berkata;

"Saat ini  aku sudah tidak membutuhkan air. Aku sudah pernah merasakan semuanya. Rasa air? ya, sama seperti air yang pernah aku  minum tadi pagi.!" Saya mengangguk pelan seakan mengatakan bahwa saya setuju atas pernyataan perempuan ini. Sesaat kemudian saya memindahkan posisi agar bisa  duduk sejajar dengannya,  menyentuh pelan  pundaknya sambil berkata kepadanya;

"Nona, saya memahami perasaanmu. Nona sedih, itu wajar, nona tidak bisa menerima kenyataan? bagi saya, itu juga wajar? dan saat ini saya bersama anda. saya bersedia untuk menjadi sahabat nona. Artinya kapan pun kita bisa berbagi cerita."Saya menghentikan kalimat saya setelah mendengar suara nafas-nya membesar lalu, secara  pelan,  dan parau , perempuan ini  pun mengatakan;

"Mengapa harus saya yang positif? mengapa bukan yang lain? saya masih mempunyai banyak tanggungan, anak saya masih kecil! bagaimana dengan kehidupan anak saya nanti? saya selalu menelan antibiotik setiap kali saya akan bermain cinta. Saya selalu minum jamu. selain itu saya juga selalu memilih laki-laki yang fisiknya sehat, mereka bersih! terus HIV yang ada di tubuh saya datang  dari mana?" Saya tidak memberikan tanggapan atas penjelasannya, karena yang bisa saya lakukan hari  ini adalah mendengarkan keluhannya tentang penolakan status HIVnya, mengutuk orang yang telah membawanya dalam dunia prostitusi,  mengutuk dan menghakimi dirinya sebagai orang hina yang tidak berguna, orang bodoh dan lemah dan juga tentang masa depan anaknya. Setelah menghasilkan lebih dari satu juta kalimat? saya pun pamit dan berjanji akan datang lagi di waktu yang akan datang dan terlebih pada saat dia membutuhkan kehadiran  saya.


English Version

A young woman was crying hysterically, thrashing and banging his head on the wall of her room until she was limp weak! Likewise, the previously squeaky loud voice, now slowly weakened, lost! And this time I and this woman seemed to have been in the middle of the desert! We dried without any expectation, we silence our minds each and, when our eyes met, this woman seemed to say that he has lost something precious. He was never able to find it again and no one in this world who are able to help! I took a glass of mineral water from the refrigerator, and handed to him in the hope he took a sip and be more calm? But this woman narrowed her eyes to me then, with a cynical smile somehow to whom? This woman was saying;

"Right now I do not need water. Everything I've ever felt. Taste Water? Yeah, just like the water I ever drank this morning." I nodded slowly as if to say that I agree with the statement of this woman. A moment later I moved into a sitting position align with him, gently touched his shoulder and said to him;

"Miss, I understand how you feel. Ms. sad, it is reasonable, ladies can not accept reality? For me, it is also reasonable?, And this time I am with you. Willing to be my lady friend. Means that whenever we can share stories." I I stop the sentence after hearing the sound of his breath and then enlarges, slowly, and raucous, this woman was saying;

"Why should I positive? Why not others? I still have many dependents, I was a little kid! Of how the lives of my children later? I always swallow antibiotics every time I would make love. I always drink herbal. Apart from that I also always choose the man who physically healthy, they clean! continue existing HIV in my body come from? "I do not give a response to his explanation, because I can do today is to listen to his complaints about the rejection their HIV status, condemning people who have brought it in the world of prostitution, and the judge condemned him as a despicable man who is useless, stupid and weak people and also about the future of their children. Having produced more than one million sentences? I also said goodbye and promised to come again in the future and especially when he needed my presence

Wednesday, 17 September 2014

"Pengemis" Gadis cilik bersama adiknya #truestory

Di depan kantor Pengadilan Negeri, kota ini. by Joris Lato
Lelah langkah kaki-mu mencari sisa-sisa simpati dari sesama.

Nak, aku bertanya, kepada siapa kamu mengabdi? 

Tuan-mu pasti bangga karena dia telah mampu memperdayai kamu!

Tuesday, 16 September 2014

Lampu Petromax dan Mama Mia (The Kerosene Lamp and Mama Mia)

Nyala Lampu petromax meredup dengan pasti dan sesaat kemudian ruang ruang tamu pun gelap gulita. Sang tamu yang adalah seorang pastor berhati mulia pun bergegas membantu " pak tua" memperbaiki lampu. pertukaran posisi duduk kedua laki-laki ini tidak seorang pun tahu termasuk mama Mia bini pak tua. Rasa kesal mama Mia terhadap pak tua belum tuntas terluapkan, untuk itu mama Mia mengendap endap dalam gelap untuk menghakimi pak tua secara rahasia. "Kamu itu memang manusia tidak tahu diri, nasi dan lauk sudah saya berikan semuanya akan tetapi kamu masih berteriak meminta lagi. Aku dan anak-anak-mu di dapur hanya makan kerak dan kuah, tapi kamu tidak pedulikan perut kami." Sembari ngedumel lembut di telinga sosok orang yang tengah memperbaiki lampu, tangan mama Mia pun terus bergerak menjewer daun telinga di tangan-nya.

Hmmmmm, sedikit demi sedikit cahaya memenuhi isi ruangan dan kemudian ruang tamu pun menjadi terang benderang! Tidak tahan memendam  rasa malu, pak tua yang sejak tadi mendengar lirih suara bininya terlebih setelah dia melihat posisi tangan bininya di telinga pastor, pak tua pun meninggalkan rumahnya. Entah kemana? Seketika itu pula Mama Mia lunglai mematung. Dengan suara lirih memohon ampun kepada sang pastur. ' Mohon maaf sebesar-besarnya, tadi kupikir pak tua yang membetulkan lampu, Pastor?"  "Hmmmmmm?" Sang pastor pun nyengir kesakitan lalu mengatakan "Tidak apa-apa ibu, toh ibu sudah melakukan hal yang sama seperti ini kepada saya untuk  ketiga kalinya dan saya pun masih setia mengunjungi rumah kalian. Lain waktu saya pasti datang lagi dan saya akan membawa lampu petromax sendiri agar ibu tidak melakukan kekerasan kepada saya lagi"


Tungku Api Kehidupan

Location : Ende, Flores-Indonesia
Dari tungku inilah aku  hidup. Dan dari isi panci ini, aku mendapatkan tenaga dan semangat baru untuk berkarya.

Monday, 15 September 2014

Senyum-ku adalah Duka-ku 2 (My smile is my Sorrow) #true story


Kita sudah sama-sama lelah dan  waktu untuk berbincang harus kita akhiri.
Oh iya, ini barang yang engkau minta. jangan pernah lupa untuk mengenakan  ini ketika melayani pelanggan-mu! jangan pilih-pilih karena,  laki-laki yang datang kemari,  bermain cinta dengan-mu,  bisa saja membawa benih penyakit.
Mengapa engkau tertawa? Adakah kelucuan yang engkau temukan di dalam kalimat-ku? Ayo katakan sebelum saya benar-benar pamit!
"Maaf pak, ukurannya terlalu besar, tidak  semua laki-laki mau menggunakannya karena terlalu longgar. Tadi malam saya sudah merayu pelanggan saya,  tapi dia gagal menggunakannya." Sejenak aku terdiam, meletakan lemah dagu-ku untuk menyentuh dengan dada. Karena dengan posisi merunduk seperti ini aku lebih leluasa  mencari penjelasan yang tepat  untuk mengunci kalimat dari lawan bicara-ku.
"Nona, kita sudah  bertemu di sini. Dan yang perlu diketahui bahwa, penjelasan atas kehadiran kita di tempat ini amat sangat berbeda! Aku bisa memberikan contoh agar semuanya menjadi lebih jelas. Pertama, ketika ada laki-laki atau  pelanggan yang datang di tempat ini, yang dia harapkan adalah adanya pelayanan yang sempurna dari anda sehingga dia merasa terpuaskan! kedua, aku datang di tempat ini adalah untuk memberikan penjelasan tentang penyakit menular seksual dan HIV&AIDS agar anda tidak tertular! Dan yang ketiga, pernahkah nona merencanakan untuk hadir di tempat ini?"
Aku sengaja berhenti berbicara  karena  perempuan di hadapan-ku sudah memberikan tanda, bahwa  dia merasa tidak nyaman. Ekspresi wajahnya mengingatkan aku akan awal pertemuan kami sembilan bulan sebelumnya.
Waktu itu dia mengenalkan dirinya sebagai Tika, rambutnya yang panjang, jatuh menyentuh pinggul. Di wajahnya aku menemukan beberapa butir jerawat merah matang.Warna kulitnya kuning alami mungkin karena dia belum paham akan fungsi sabun pembersih wajah. Sabun penghalus kulit atau kosmetik yang menyegarkan penampilan. Dan sekarang Tika sudah berubah. Penampilannya menjadi lebih modis sehingga laki-laki berpangkat,  terkenal dan mempunyai banyak harta akan mencari siasat untuk mengelabui istri-istri mereka agar dapat menemui Tika.

English Version

We were both tired the time to chat must end. Oh yeah, this the stuff you've been asked for. Just do not ever forget to wear it when serves you customers! Do not be picky because, men who come here, and slept with you, may brought in the virus of disease. Why are you laughing? Is there any funny you have found inside my sentences? Just tell me before I actually take leave! 

"Sorry sir, the size is too big, not all men want to use it because of their too loose. I had Seduce my guest Last night , but he refused to use it." For a moment i quiescent, Slowly i put my chin to touched the chest. Due to to this position as I ducked more freely seek proper explanation for locking the words of my interlocutors. "Miss, we've met here before. And please keep in your mind, that the reason of our presence in this place are very, very different! Actually I can give explanation of this things so it could be clearer.

 First able, when there is neither male or customers who came in this place , which he hoped is the existence of perfect service from you, so he could feels satisfied! Secondly, I came across this place was to give explanations about sexually transmitted diseases HIV and AIDS so that you are not infected! and third, have you, Miss have you ever planned to be here at this place ?

 " I deliberately stopped talking because this woman next to me have given a sign, that she felt uncomfortable. Her expression reminds me of the beginning of our meeting at the previous nine months. At that time she introduced herself as Tika, her long hair beautifully fall down touching her hips. In her face I found a few grains of red pimples ready to burst. Natural yellow skin probably because she has not understood the function of facial cleansing soap. Soap or cosmetic which can smoothing refreshing appearance. And now Tika has changed. Her appearance became more fashionable so a prestigious famous men, wealthy will seek ploy to trick their wives in order to meet Tika.

Senyum-ku adalah Duka-ku 3 (My Smile is My Sorrow) #true story

Ku akui ke-culas-an mucikari telah  membawamu pada titik kritis! Menjadikan dirimu sebagai alat untuk meramaikan  rumah bordilnya! mereka merusak tatanan nilai yang telah kau bangun, menstimulasi  tubuh-mu  agar engkau mampu mengadaptasi semua sentuhan laki-laki! Menyentuh semua titik pada tubuh yang selama ini  kau jaga, kau Hormati. Mucikari telah mengantar-mu di dunia yang tidak adil bagi semua perempuan. Mereka telah merampas , harkat dan martabat manusia hanya untuk kepentingan bisnis mereka semata!

Nona, Dahulu, dalam isak tangis-mu, engkau membisikan kepadaku;

Bahwa engkau  dilahirkan dari  keluarga sederhana,  miskin, dan ketika dua orang asing mendatangi rumah-mu,  menawarkan pekerjan, hati-mu berbunga. Ada setitik harapan untuk memperkuat posisi ekonomi keluarga. Engkau meninggalkan rumah atas restu dari ibu dan bapak,  karena ada jaminan dari orang yang membawa-mu. Mereka mengatakan bahwa, nona akan dipekerjakan pada sebuah restoran, dan sebagai tanda itikad baik, bukti bahwa mereka adalah orang jujur, mereka menyerahkan gaji pertama-mu kepada orangtua-mu. Tiga ratus ribu rupian untuk pekerjaan satu bulan? wow, ini adalah sebuah kebanggaan   bagi perempuan lulusan sekolah dasar.

Tika, mekarnya bunga harapan tidak hanya ada di ladang hatimu, karena kedua orangtua-mu telah bercerita dengan bangga kepada sanak saudara dan tetangga bahwa engkau telah menjadi juru selamat ekonomi rumah tangga!

Patah, gugur, hilang dan musnah semua harapan! pasangan suami istri yang datang menjemputmu dari rumah orangtua-mu, menukarkan-mu dengan  uang sejumlah dua juta rupiah!

Tangisan dan perlawanan yang engkau berikan, tidak meluluhkan hati mucikari untuk memilikimu, mereka sepakat menjadikan-mu sebagai mesin pencari uang. Dan kemudian engkau mengatakan bahwa;

"Aku datang di kota ini untuk bekerja sebagai pelayan restoran! mati pun aku mau, asalkan kesucian diri ini selamanya menjadi miliku." Tidak ada sepatah kata pun yang terucap dari bibir "tuan" yang telah menjadikan-mu budaknya. justru langkah ringan "nyonya" menuju kamarnya, mengambil segelas air.

"Aku mengerti keinginan-mu, sehingga aku pun setuju untuk semua keinginan-mu. Setelah hari ini, engkau boleh kembali ke rumah orangtua-mu. Tapi Minumlah ini agar engkau merasa lebih tenang," sembari menyodorkan segelas air yang sudah di beri mantera oleh dukun.

Setelah melihatmu meneguk air pemberian istrinya, "tuan" mucikari pun menanyakan lagi keinginanmu.

"Bagaimana nak? apakah engkau tetap ingin pulang? bila ya? saya bisa mengaturnya, bapak akan mengantarmu, kapan pun engkau mau!"


Sunday, 14 September 2014

Senyum-ku adalah Duka-ku 1 (My smile is my Sorrow) #truestory


 Dan aku sudah masuk untuk melihat isi  kamarmu. Ada wangi parfum yang  menguap lembut  dari dalam lemari  pakaianmu, menusuk masuk dalam ruang hidungku. Aku  hafal betul dari mana engkau mendapatkan parfum semacam itu. Karena tiga minggu lalu kita sudah  bertemu di pasar malam. Aku ingat saat itu engkau mengenakan gaun santun, berjalan dengan tatapan mata, lurus,  maju. Tidak  ada seorang laki-laki pun yang berani   menggodamu.

Dan mereka yang pernah masuk kamarmu, hanya memberikan sedikit lirikan mengiringi langkah kakimu. Mereka tidak mau menyapa-mu mungkin karena malu ataukah takut  derajatnya jatuh?

Hari ini aku datang lagi, aku ingin menemuimu. Namun kamarmu terkunci rapi. Mucikari-mu datang mendekatiku dan mengatakan bahwa engkau masih melayani tamu penting! Seorang Tokoh yang disegani karena mempunyai pangkat dan  kedudukan tinggi di kota ini? Aku tidak peduli tentang siapa yang berada di kamar bersamamu. Karena tugasku hari ini adalah membagikan pelicin dan kondom pesanan-mu. Malam sudah larut, aku tak sabar lagi menunggumu. Ketika jemari-ku menyentuh pintu kamar-mu,  mucikari mengusir aku dan mengatakan sekali lagi bahwa engkau tengah melayani tamu penting!

 Menjelang pagi,  tamu penting  pamit. Di wajahnya aku melihat ada keriangan dan balutan senyum.

Tanpa ada pertanyaan, namun  mulutnya sudah berkata bahwa engkau sangat menikmati bermain cinta dengan dia. Dan sekarang tugas pelayanan-mu sudah selesai. Lalu mengapa matamu masih menyimpan sembab? Engkau bungkam tanpa kata! dan aku pun tidak ingin menanyakan tentang apa yang engkau rasakan.  Akan tetapi?

Tekanan tanganmu di pundakku seakan memberikan isyarat bahwa engkau akan berbagi beban? Betulkah begitu? Ya? Ya, suaramu lemah, namun aku telah mendapatkan pesan. Teruslah bercerita karena aku akan selalu setia mendengarkannya.

Oooogh luar biasa, ternyata dalam duka engkau masih bisa tertawa. Bagaikan seorang penyanyi yang  berdendang di  dalam kegelapan malam, aku hanya mendengarkan  suaranya merdu  akan tetapi tidak bisa melihat  ekspresi wajah yang sebenarnya.

Sia-sia aku menggali rahasiamu karena ternyata  engkau tidak pernah mampu beradaptasi atas semua sentuhan tanpa cinta. Luka hatimu sudah engkau bungkus rapi dalam senyum penuh arti.










Bertahan Hidup Dalam Tekanan ( Survive Under the Pressure ) #truestory

Aku lelah untuk mengatasi sejuta masalah yang terus berdatangan padaku selama ini. Aku ingin keluar dari masalahku, aku ingin menjadi manusia  baru, hidup dengan  hati yang damai sehingga aku tidak akan menipu diriku lagi. Itu saja yang aku inginkan! Karena sejak masa kanak kanak sampai hari ini aku senantiasa menghibur mereka yang telah merusak hidupku. Aku selalu mampu tersenyum ramah menyambut tangan yang melukai hatiku.

Aku di lahirkan di sebuah kota kecil di Jawa Timur. Usia dua bulan nenek dan ibuku membawaku ke Surabaya. Ibu tidak bisa tinggal di kota asalnya karena sebuah  alasan yang sampai saat ini menjadi sebuah pertanyaan besar di kepalaku. Di Surabaya, kami bertiga tinggal dalam sebuah rumah kontrakan.

Pada usia lima tahun, rumah kecil kami didatangi tiga penghuni baru, dua orang gadis  dan satu orang  pemuda.  Nenek dan ibu mengenalkan padaku bahwa mereka semuanya adalah kakakku? Aku sangat senang karena dengan hadirnya tiga orang kakak ini setidaknya aku mendapatkan teman untuk bermain. Dari semua kakak-kakakku, ada satu orang kakak yang paling aku sukai. Dia pandai menyenangkan hatiku, karena setiap kali  pulang kerja, dia selalu membawakan permen ataupun kue kesukaanku. Merasa mendapatkan perhatian lebih dari kakak, aku pun menjadi lebih dekat dengannya. Ketika kakak mengajakku bermain di dalam  kamar, memeluk dan menciumi tubuhku,  aku pun menyambutnya dengan hangat. Namun setelah tangan kakak masuk ke dalam celanaku, aku pun  menepis tangannya. Aku masih ingat sekali ketika pertama kali tangan kakak menyentuh bagian tubuhku yang sangat sensitif. Dan sejak saat itu aku mulai menjaga jarak dengan kakak. Setiap kali bertemu dengan kakak, aku merasa sangat malu, ingin sekali aku  menceritakan masalah ini pada ibu, atau juga nenek namun aku tidak mempunyai keberanian.

Dengan  kejadian yang telah membuatku merasa terhina ini, membuatku lebih berhati-hati ketika harus berhadapan dengan kakak, namun sebaliknya kakak menjadi semakin berani menyergap tubuhku. Di saat situasi rumah sepi, maka kakak akan mengejarku, mempermalukan aku dengan mempermainkan tubuhku. Aku tersiksa namun aku tidak punya kekuatan untuk melawannya, dia terlalu kuat, perkasa.

Di usia sembilan tahun aku sudah mengalami menstruasi. Badanku tumbuh jauh lebih besar dari teman-teman seusiaku. Aku risih menjadi anak yang sudah memiliki ciri kewanitaan yang utuh. Aku menjadi semakin gelisah karena dengan demikian kakakku akan lebih agresif untuk menjamah tubuhku. Selain kakakku, di sekolah aku pun mendapatkan perlakuan yang sama oleh guru kelasku. Di dalam kelas, aku mendapat tempat  di deretan kursi paling belakang. Setiap ada kesempatan, bapak guru datang menghampiri mejaku, membelai rambutku dan juga mengelus-elus payudaraku. Kalau dengan kakak, aku masih mempunyai keberanian untuk menghindari atau melawan namun dengan guru, aku benar-benar tidak berdaya. Aku takut tidak naik kelas dan takut dimarahi?

Ke-tidakberdaya-an-ku karena perlakuan kakak dan bapak guru, yang selalu menyerangku secara seksual, membuatku merasa tidak nyaman baik di rumah maupun di sekolah. Aku ingin keluar dari rumah atau berhenti sekolah namun aku takut pada guru dan juga pada ibu. Oleh karena itu aku mulai mencari teman bermain di sekitar rumahku, bermain dengan tetanggaku dan juga dengan orang-orang asing yang aku temukan di sekitar rumahku. Usia teman-teman bermainku tidak hanya yang sebaya denganku tetapi ada juga yang usianya jauh lebih tua dari usiaku. Dari sekian banyak orang yang telah menjadi sahabatku, ada satu orang laki-laki yang usianya jauh di atasku,  dia peduli padaku. Dia selalu mendengarkan keluhanku, dia selalu berusaha agar aku nyaman berada di sampingnya. Ketika aku mengatakan kalau aku sedang frustrasi, merasa takut dan tidak tenang, sahabat baik ini  memberikan  tablet yang membuatku merasa sangat tenang? Dia memberikan berbagai nasehat dan kadang-kadang memujiku. Aku sudah menemukan orang yang tepat, orang mau berbagi dan memberikan perlindungan serta kenyamanan.  Karena aku sudah  sangat percaya kepada laki-laki yang sudah aku anggap sebagai kakak ini, aku pun menceritakan semua rahasiaku kepadanya.

***

Daya tarik dunia luar tidak mampu mengikatku lagi, karena ada hal yang lebih penting dari semuanya. Nenekku sakit! selama ini nenek adalah segalanya, dia yang memberikan aku kenyaman dan kehidupan di dalam rumah. Untuk itu setiap hari setelah pulang sekolah aku harus menjaga dan merawatnya dan  sebisa mungkin memenuhi semua keinginannya.  Aku melakukan semua ini karena aku sangat takut kehilangan nenekku. Namun Tuhan merencanakan lain. Tuhan memisahkan aku dan nenek  di saat ibu dan kakak- kakakku menjauhiku.

Lulus Sekolah Dasar, ibu mengatakan bahwa aku akan  melanjutkan sekolahku di Sekolah Menengah Pertama di luar kota. Dan karena ibu tidak bisa mengawasiku setiap saat maka aku harus tinggal di panti asuhan. Menurut ibu, semua keputusan ini diambil demi kebaikanku, artinya aku tidak boleh menolak.  Dalam hati aku bertanya, mengapa harus sekolah di luar kota dan tinggal di panti asuhan? Bukankan panti asuhan adalah tempat bagi anak-anak yang tidak mempunyai orangtua? Namun aku sadar bahwa dalam situasi seperti ini aku tidak boleh memberikan pertanyaan konyol  yang bisa  memancing emosi ibuku. Artinya aku harus menerima keputusan ini dan aku harus tinggal di Panti Asuhan!

Setelah satu minggu berada dalam lingkungan panti asuhan, aku mulai mengenal beberapa teman dan juga latar belakang serta alasan keberadaan mereka di panti asuhan. Dari sini aku pun mengetahui ternyata, tidak semuanya  anak-anak yang tinggal di panti ini adalah anak yatim piatu, mereka juga mempunyai orangtua.  Oleh karena itu pada setiap hari libur, ruangan tamu panti asuhan menjadi lebih ramai dari biasanya karena hampir semua anak yang mempunyai orangtua, mendapat  kunjungan dan sudah pasti mereka mendapatkan bingkisan dari keluarga.

Janji mama untuk selalu datang menemuiku ternyata hanyalah sebatas kata-kata penghibur hatiku semata. Walau demikian aku selalu mencoba untuk berpikir positif terhadap ibuku, ya, mungkin ibu capek karena setiap hari ibu harus bekerja mencari uang dan  menjadi sangat tidak pantas jika aku harus  menyalahkan mamaku. Aku harus rajin belajar,  rajin pergi ke sekolah agar bisa lulus pada waktunya sehingga aku bisa berkumpul lagi dengan mama. Aku tidak mampu untuk bertahan di dalam panti asuhan  karena ternyata pengurus panti jauh lebih kejam daripada mama. Tidak itu saja, anak pengurus panti yang juga tinggal bersama kami, juga turut mendikte, menunjukan kekuasaannya dengan memerintahkan  kepada kami untuk melakukan pekerjaan yang tidak masuk akal. Aku muak melihat sikap pengurus panti asuhan dan juga muak pada sikap anaknya yang tega memperlakukan kami sebagai manusia kelas dua, manusia yang harus patuh pada tuannya karena telah mendapatkan upah makanan dan penginapan?

Ketidakmampuanku dalam mempertahankan diri menghadapi kekuatan di panti memaksaku untuk melawan dengan caraku sendiri. Tanpa sepengetahuan pengasuh panti, aku sudah mempunyai banyak teman di luar. Dari sekian banyak teman ada seorang laki-laki mengatakan mencintaiku. Hatiku berbunga dan akupun menyambut cintanya. Jujur saja bahwa selama hidupku aku tidak pernah mendengarkan kata sayang atau cinta dari orang-orang di sekitarku. Di rumah dan juga di panti asuhan aku hanyalah makluk kecil yang senantiasa melakukan kesalahan sehingga aku sering mendapatkan omelan dan cacian. Di sini, aku mendapatkan kembali harga diriku, penghargaan! Untuk sesaat aku merasa bahagia, karena sebagian dari luka hatiku terobati.  Namun kebahagian ini ternyata semu, karena dari laki-laki ini akupun mengenal lagi tablet seperti yang pernah aku dapatkan di masa kecilku.  Bahkan dari dia juga aku mengenal lebih banyak obat penenang. Dan karena ketidaktahuanku akan dampak lanjutan dari obat-obatan ini membuat aku menjadi hambanya. Aku ketagihan,  oleh karena itu setiap hari aku selalu memaksa  pacarku untuk mendapatkan tablet-tablet itu.  Tidak ada kata tidak ada karena  aku membutuhnya sekarang!  Namun pacarku sering gagal untuk mendapatkannya sehingga aku memaksakan diri utuk menemui orang yang memiliki barang tersebut. Tanpa basa-basi pemilik tablet mengatakan bahwa barangnya ada, dan apabila aku tidak mempunyai uang aku bisa menukarkannya dengan seks?

Keinginan yang tidak bisa  aku tangguhkan dan rasa sakit di sekujur tubuhku, memudahkan laki-laki yang usianya lebih pantas aku panggil papa ini untuk menikmati tubuhku.  Pengalaman pahit ini aku jalani berulang-ulang,  aku ingin melepaskannya namun aku tidak tahu. Aku tidak sanggup menahan rasa sakit apabila aku tidak menelan obat penenang. Satu-satunya orang yang mengetahui penyakitku ini adalah pacarku untuk itu, dia menasihati dan  memaksaku untuk berhenti, menjauhkan aku dari pemilik obat-obatan itu. Aku masih ingat  kalimat  dari pacarku yang mengatakan bahwa aku  akan mati jika aku sudah tidak bisa menahan keinginanku.   Rasa takut akan mati dan penghormatan-ku pada pacarku memaksaku untuk mengurangi mengkonsumsi obat-obatan itu. Aku bisa lepas dari narkotika berkat pacarku, dan sebagai balasannya pacarku memaksaku  untuk melayani seksnya  setiap  dia menginginkannya. Sungguh dia menjadikan aku sebagai alat pemuas seks!

Lulus SMP, aku kembali ke rumah, aku sudah bersama ibu lagi dan aku telah berusaha sekuat tenaga untuk menguburkan semua masa laluku. Aku ingin memulai kehidupan baru, hidup  suci yang jauh dari narkoba atau pun seks. Namun setelah satu minggu tinggal bersama ibu, mimpi buruk pun datang lagi. Kakak laki datang  di saat rumah sepi dan dengan garang kakak menyergapku, dan dengan sekuat tenaga aku pun melakukan perlawanan sehingga kakakku pun menyerah. Aku bisa selamat dari kejahatan namun,  rasa malu dan sakit hati tidak bisa aku obati. Untuk itu setelah ibu datang, aku pun mengadukan semua perbuatan kakak kepada ibu dengan harapan ibu akan menghakimi kakak dan memberikan perlindungan kepadaku. Jawaban ibu ternyata jauh dari harapanku sebaliknya ibu mencaciku dan mengusirku dari rumah.

Semua rencanaku gagal, ibu tidak mau memberi kesempatan kepadaku untuk melanjutkan sekolah, dia sangat marah padaku karena menganggapku sudah melakukan fitnah terhadap anak kesayangannya.  Sia-sia aku mengadukan persoalanku, dan sejak saat itu juga ibu memintaku untuk pergi dari rumah. Dengan perasaan malu dan takut akan hal baru yang aku hadapi, aku harus keluar rumah, mencari pekerjaan untuk mempertahankan hidupku. Aku sudah tidak bisa bergantung pada siapa pun.

Seperti orang yang tengah mendapatkan kutukan, hidupku selalu dirundung duka. Tidak peduli di rumah, di sekolah, di panti asuhan ataupun di  tempat kos, aku selalu mendapatkan cobaan dan godaan. Aku lelah dan aku ingin mengakhiri hidupku? Dalam suasana bathin yang sangat galau aku pun mencoba menghubungi sebuah lembaga yang melakukan perlindungan anak di kotaku.  Dari lembaga ini aku bertemu dengan orang – orang yang mau memahamiku, mempedulikanku sehingga aku pun mampu membebaskan diri dari belenggu yang telah lama membebani hidupku. Aku merasa di hormati dan menjadi anak manusia yang sesungguhnya. Aku bisa melanjutkan Sekolah Menengah  seperti yang telah aku impikan di masa kanak-kanakku.

Seperti yang diceritakan kembali kepada Joris  Lato


Friday, 12 September 2014

Memburu adrenalin

Pelabuhan Ende-Flores by Joris Lato
Ketinggian bukan menjadi masalah, karena dengan permainan ini,  anak mendapatkan kenikmatan dan pujian dari sebayanya.

Kekuasaan, Kepemilikan dan Perempuan


Ketamakan dan Kelicikan membuahkan  Penderitaan kepada sesamamu!!!

Thursday, 11 September 2014

"Antara Pelaku dan Korban"

Perjuangan  korban  untuk  melepaskan diri dari pelaku pemerkosaan atau kekerasan Seksual  adalah sebuah upaya mempertahankan harga diri, mati dan hidupnya. Sedangkan bagi pelaku, ketika melakukan  aksinya dia hanya  sekedar memenuhi kepuasan  hasrat seksualnya

Kemiskinan dan Perdagangan Manusia

*Ruang tamu rumah korban yang saya kunjungi!


Trafiker sangat jeli dalam membaca peluang bisnis. Mereka, secara individu maupun kelompok menjebak gadis-gadis muda yang miskin, merekrut dengan berbagai janji yang menggiurkan. Mengatakan bahwa mereka mampu membantu mengangkat status sosial ekonomi korban. Gadis-gadis miskin dan naif akan segera percaya karena dengan demikian mereka dapat mengatasi persoalan yang sedang mereka hadapi. Di luar dugaan, para gadis muda  dan lugu ini  dijual di rumah prostitusi  maupun dijual secara online. Keinginan untuk membantu meringankan beban ekonomi keluarga hanya sebatas mimpi! Karena pada akhirnya mereka justru  menjadi obyek seksual atau pun eksploitasi lainnya. Kehamilan yang tidak diinginkan atau infeksi menular seksual  dan  HIV& AIDS bisa saja menjadi hantu perjalanan kehidupan mereka. 





Tuesday, 9 September 2014

ANAK YANG HILANG



Gadis kecil, menjelang pagi kita berpapasan di salah satu ruas jalan pertokol di kota ini. Kalau boleh aku tahu, dimana rumahmu, siapa orangtuamu? lalu mengapa warna rambutmu tidak seperti aku atau  juga orang-orang di sekitarmu?  Tidak takutkah engkau pada angin malam sehingga engkau mau  mengenakan busana minim? Tadi, secara tidak sengaja aku melihat warna pakaian  dalammu. Lalu mengapa engkau tidak segera menutupinya ataukah menepis tangan laki-laki  yang dengan sengaja menyingkapkan rokmu?
Sebenarnya aku  merasa tertantang untuk menghujat perlakuan laki-laki nakal yang telah mempermalukanmu. Mengepalkan tinju terbaikku,  memukul  untuk merobohkan laki-laki tersebut sehingga ia tidak sadarkan diri. Dan apabila teman-temannya datang membela, aku pun melakukan hal yang sama terhadap mereka semuanya. Namun hati kecilku melarang, karena yang aku lihat kau telah menyambut ramah sentuhan mereka. Dan dengan demikian  Aku pun sadar bahwa sebenarnya lingkunganmu sudah memaksamu untuk secara instan beradaptasi terhadap sentuhan nakal. Dan ini artinya  pembelaan yang aku berikan padamu adalah sia-sia belaka!
Gadis kecil, aku tahu engkau lemah! Engkau  jatuh! Dan sekarang engkau sakit! Karena, ketika engkau kembali ke rumah, palu penghakiman akan datang dari keluarga atau pun masyarakat sekitar, mereka semua menyebutmu sebagai anak nakal. 
Orangtuamu, tidak akan pernah mengakui bahwa mereka salah, telah melakukan pembiaran, atau mengabaikan  hak-hakmu sebagai anak. walau sebenarnya mereka  tidak pernah mampu menjadi sahabatmu. Mereka melarang namun tidak mampu menjelaskannya.  Tumbuh kembangmu  sepenuhnya diserahkan kepada alam.
 Dan kini kau telah nyaman berada diantara laki-laki, "sahabat-sahabat"  semu! 
Ini artinya Negara ini telah kehilangan salah satu bakal pemimpinnya

Sunday, 7 September 2014

CINTA ITU SEPERTI APA?

Nona, saya setuju atas apa yang pernah engkau katakan pada saya dua tahun silam. Oleh karena itu, saya sungguh berharap agar engkau masih mengingat kalimat itu sehingga engkau mau dan tetap mengulangi kalimat tersebut,  ketika kau berhadapan dengan anak gadis yang tengah gelisah. Anak gadis yang tengah mabok asmara, atau perempuan - perempuan yang secara berlebihan memasrahkan dirinya  pada laki-laki pujaannya, atau laki-laki yang lihai dalam menjebak perempuan agar  masuk dalam perangkap rayuannya. 

Nona, tolong ingatkan saya, seperti inikah kalimat anda pada saat itu? 

Ada perbedaan makna kata-kata  cinta yang keluar dari mulut laki-laki yang mabok cinta dengan kata-kata cinta yang lahir dari hati seorang perempuan yang tengah jatuh cinta. Ketika seorang laki-laki mengatakan; aku mencintaimu, sebenarnya dia ingin mengatakan  kepada kekasihnya bahwa dia menginginkan tubuh kekasihnya, atau mengharapkan seks. Sedangkan ketika seorang perempuan jatuh cinta, lalu  dia mengatakan aku mencintaimu, ini berarti, perempuan tersebut mengarapkan kenyaman, kedamaian, perlindungan, kasih sayang serta kesetiaan dari pasangannya.


Saturday, 6 September 2014

Sahabatku dari Dolly

hey mbak Lia, apa kabar?  lumayan lama kita  tidak bertemu ya? hmmmm, maaf sekarang kerja dimana? Lia menggenggam lebih erat tangan saya, dan matanya pun menikam dalam di mata saya. Lia menyuguhkan senyum penuh arti, seakan memaksa  saya untuk tidak melanjutkan pertanyaan. Ooooohhh, ok. saya mengerti! Di akhir pertemuan saya pun kembali berpesan agar  dia bisa menjaga kesehatan dirinya  ataupun kesehatan orang yang menggunakan jasanya.
****************************************************************************** 
Lia, saya tahu perasaanmu, saya tahu bahwa kamu tidak menghendaki untuk menjadi seperti ini. Saya mendoakanmu agar kau bisa secepatnya keluar dari masalahmu. 

5/9/14